Banyak Kader Golkar Mau Jadi Penguasa

METROPOST : Banyaknya kader Partai Golkar mendaftarkan diri di beberapa Parpol untuk menjadi Balon Gubsu mengisyaratkan keinginan menjadi pengusasa sangat kental. Hal ini membuat Ketua DPP Partai Golkar H.Burhanuddin Napitupulu terpaksa harus mendatangi Ketua DPRD Sumatera Utara H. Abdul Wahab Dalimunthe yang juga bakal maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) Sumut tahun depan.

Burhanuddin ketika ditanya sesuai pertemuannya dengan Wahab, di Medan, beberapa waktu lalu, tidak membantah jika kedatangannya ke ruang kerja Wahab terkait dengan pencalonan mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumut itu dari partai lain. Namun demikian ia membantah jika kedatangannya itu untuk memberi tekanan kepada Wahab agar tidak maju dalam pilgub.

“Saya hanya menjelaskan terkait keberadaan Juklak Lima yang melarang kader maju melalui partai lain ketika Partai Golkar sudah menetapkan calon,” katanya. Ketika ditanyakan apakah benar Partai Golkar akan me-recall Wahab dari posisinya sebagai Ketua DPRD Sumut, Burhanuddin Napitupulu membantahnya.

“Belum ada recall-recall-an, apalagi Pak Wahab itu kan belum benar-benar jadi calon,” ujarnya. Pada kesempatan itu ia mengatakan bahwa selama ini di Partai Golkar tidak ada aturan bagi kader yang maju menjadi calon kepala daerah dari partai lain, apalagi hak untuk memilih dan dipilih juga dijamin sepenuhnya oleh undang-undang.

“Hanya saja bagi Partai Golkar kondisi itu menjadi sebuah masalah besar, sehingga Juklak Lima itu dipandang sangat perlu. Jadi kini ada aturan di Partai Golkar bahwa kader tidak boleh mencalonkan diri melalui partai lain jika partai sudah menetapkan calon,” jelasnya. Setiap kader Partai Golkar, termasuk Abdul Wahab Dalimunthe, menurut dia, harus bisa menyesuaikan diri dengan Juklak Lima itu tanpa terkecuali. Bagi yang menolak dipastikan akan ada semacam “koreksi”. Ketika ditanyakan apakah “koreksi” dimaksud bisa berupa recall dan bahkan pemecatan, Burhanuddin tidak menampiknya. “Semua kader harus menyesuaikan dengan juklak itu, kalau tidak mau, jelas akan ada sanksi,” katanya.

Ditanya tentang pemecatan HT Milwan yang juga Bupati Labuhan Batu dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar setempat, ia mengatakan yang bersangkutan hanya “ditarik sementara”. Menurut dia, “koreksi” dilakukan terhadap posisi kader terkait partai, bukan pada jabatan politis seperti posisi sebagai kepala daerah. “Kalau Pak Wahab dan juga Rambe Kamaruzzaman duduk di DPRD dan di DPR-RI karena partai, jadi posisi yang terkait partai seperti itu yang akan dikoreksi jika kader tetap ngotot mencalonkan diri,” katanya.

Selain Wahab Dalimunthe yang Ketua DPRD Sumut, Rambe Kamaruzzaman yang anggota DPR RI dan HT Milwan yang Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Labuhan Batu, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Kabupaten Langkat H. Syamsul Arifin, SE juga tercatat mencalonkan diri dari partai lain. Sementara Partai Golkar sendiri jauh-jauh hari sebelumnya sudah menetapkan HM Ali Umri sebagai cagub Sumut periode 2008-2013 dari partai berlambang pohon beringin itu.

Terhadap kader-kader yang maju menjadi cagub itu, menurut Burhanuddin akan ada semacam “koreksi” jika tetap ngotot.

Tapi “koreksi” tersebut akan dilakukan terhadap posisinya yang terkait dengan keberadaan partai. Ketika ditanyakan apakah Partai Golkar berkaca pada sejumlah kasus pilkada di beberapa daerah, terakhir kasus pilgub di Sulsel di mana kader yang diusung Partai Golkar justru kalah bersaing, Burhanuddin Napitupulu membenarkannya. “Kurang lebih seperti itu,” katanya.

Sedangkan Sekjen Partai Golkar Sumut, Aziz Angkat kepada wartawan mengatakan, pencalonan Ali Umri sudah keputusan final yang harus dijunjung tinggi setiap kader Partai Golkar. “ Sudah final. Tidak bisa diganggu gugat lagi “, tegas Aziz.

Ditambahkannya, pencalonan Ali Umri diputuskan secara konstitusi yang sah melalui Rapimda Golkar. Semua sudah diputuskan secara konstitusi bahkan sudah disahkan sekretaris dan ketua Golkar, apalagi ? Siapa rupanya yang membangkang? Kan suara sudah bulat di rapat, tukas Aziz menepis anggapan pencalonan Ali Umri ditentang kader Golkar di beberapa daerah.

Aziz Angkat yang dihubungi Koran ini melalui ponselnya, terkait banyaknya isu-isu negative tentang Calon tunggal Partai Golkar tersebut, menegaskan isu itu tidak ada.

“Saya tegaskan, tidak ada itu, kita akan jalan terus “ tegas Aziz.

Golkar Harus Tegas

Sementara itu pengamat politik Indra J Piliang dari Centre Strategic for International Study (CSIS) mengatakan Dolkar harus tegas dan berani memecat kader yang ikut dalam Pilgubsu.

“Pecat saja kader yang ikut mencalonkan diri. Kalau dibiarkan ini berpengaruh bagi soliditas Partai “ ujarnya sebagaimana dikutip dari Sumut Pos (4/12).

Seperti diketahui beberapa kader Partai Golkar, ikut mencalonkan diri dalam Pilgubsu 2008-2013 masing-masing Rambe Kamarul Jaman (DPR RI) , H.T.Milwan (Ketua DPD Partai Golkar Labuhan Batu / Bupati), H.Syamsul Arifin ( Dewan Penasehat Partai Golkar Langkat / Bupati), dan H.A.Wahab Dalimunthe ( Dewan Penasehat Partai Golkar / Ketua DPRD Sumut). Sedangkan Partai Golkar Sumut telah mencalonkan H.M.Ali Umri sebagai Calon Gubsu.

Bukan Penguasa Tapi Pemimpin

Seperti diketahui balon Gubsu semakin menghangat setelah kader-kader partai Golkar selain Ali Umri , mencari “sampan politik” nya dengan melompat pagar. Tercatat kader partai Golkar yang lompat pagar mendaftar sebagai Balon Gubsu ke partai lain tersebut diantaranya A.Wahab Dalimunthe, Syamsul Arifin dan HT Milwan. Elite politik dan masyarakatpun mengamati fenomena tersebut, bahkan muncul berbagai tanggapan tentang keinginan para kader tersebut.

Dari beberapa pendapat masyarakat yang dihimpun koran ini menyimpulkan , kuatnya keinginan kader-kader partai Golkar tersebut lebih didasari keinginan untuk menjadi penguasa belaka bukan sebagai pemimpin.

“Jika diamati, lebih banyak keinginan itu karena mau jadi penguasa karena bila ingin menjadi pemimpin kecil kemungkinan mereka paksakan diri untuk lompat pagar. Setidaknya mereka sebagai kader akan tunduk dan patuh terhadap partainya, tidak bisa dipungkiri mereka besar juga karena dukungan partai “ ujar warga kepada Koran ini.(kpl/am)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.