Buku “Berkarya Ditengah Gelombang” Digugat
METROPOST : Buku biografi Rudolf M Pardede, Gubernur Sumut dengan judul “ Berkarya Ditengah Gelombang “ yang “launching” Senin (3/12) , dituding bukan murni ide penulisnya. Tudingan tersebut datangnya dari Syafrizal elBatubara, aktifis PMII yang mengaku pemilik ide awal diterbitkannya buku tersebut.
Kepada koran ini, Sabtu (15/12) , Syafrizal menuturkan, ide awal penerbitan buku biografi tersebut berawal ketika ia menyaksikan Rudolf M Pardede sebagai Gubernur Sumut terus “digoyang” dalam kasus ijazah. Saat itu, sebagai aktifis, Syafrizal memutuskan membuat buku biografi Rudolf yang akan diterbitkannya berjudul “ Berkarya Ditengah Badai”.
Setelah proposal dan kisi-kisi buku biografi rampung dan sejumlah kliping berita mengenai Rudolf dikumpulkannya sekitar bulan Mei 2007, didampingi Ketua Umum Korcab PMII Sumut Raja Parlindungan Nasution dan Ketua Umum Rakyat Pinggiran Medan (RAPIM) Irwansyah, menawarkan ide brilian tersebut kepada Eddy Sofyan yang saat ini sebagai Kebid Humas Pimpinan Pemprosu. Sayangnya, tambah Syafrizal, Eddy Sofyan kurang menanggapi ide tersebut.
Tak kehabisan akal tiga serangkai ini kemudian menjumpai Ramses Simbolon, anggota DPRD Sumut dari PDIP. Gayung bersambut. Orang dekat Rudolf inipun menyambut baik rencna diterbitkannya buku biografi tersebut.
Tidak berapa lama , Ramses mengajak Syafrizal, Raja dan Irwansyah kesalah satu percetakan buku sekaligus menyerahkan proposal, kisi-kisi buku biografi dan kliping berita tentang Rudolf. Saat itu Ramses mengatakan tiga serangkai ini akan menjadi penulis buku biografi yang akan diterbitkan.
Entah apa sebabnya, Ramses dan Syafrizal tidak pernah lagi berkomunikasi setelah penyerahan berbagai kelengkapan penerbitan buku biografi tersebut kepercetakan.
Tiba-tiba , ungkap Syafrizal, Senin (3/12) lalu diadakan launching sekaligus bedah buku biografi Rudolf M Pardede berjudul “ Berkarya Ditengah Gelombang” di Hotel Danau Toba Internasional Medan, dengan penulis Janersen Ginting.
Presiden Gerakan Aku Geram dan Anti Korupsi (GAGAK) ini menilai, penerbitan buku biografi ini merupakan pembajakan ide. Apalagi sampul buku yang diterbitkan persis dengan sampul buku yang pernah diajukannya kepada Ramses. Dan judul bukunya pun tidak jauh beda dengan judul buku yang diajukannya.
Syfarizal menuntut Ramses harus bertanggung jawab dalam kasus ini karena salah satu tugas anggota dewan adalah membina generasi muda.
Ironisnya lagi, papar Syafrizal , Kepala Badan Infokom Sumut Eddy Sofyan mengaku biaya launching dan bedah buku biografi Rudolf berjudul “ Berkarya Ditengah Gelombang” tidak berasal dari APBD Sumut. “ Faktanya dilapangan, peserta bedah buku dapat tas berlogo Pempropsu “ tegas Syafrizal. (iw)