Karya Nyata , Bersama Masyarakat Membangun Sumatera Utara
H.M.ALI UMRI,SH,MKn
Sosok Pemimpin Masa Depan Sumatera Utara
Gaung Pilgubsu 2008-2013 sudah menggema jauh sebelum Pilkada tersebut bakal dilaksanakan. Berbagai tokoh baik melalui spanduk, baliho, kalender dan sebagainya telah tersebar diberbagai pelosok Sumut. Bahkan dalam setiap pertemuan dan acara yang diadakan kelompok-kelompok masyarakat, sang tokoh pun tampil meyakinkan masyarakat dan menjadi gambaran bahwa ia “setidak-tidak” nya butuh dukungan.
Berbagai cara dan manuver politik pun tak lepas dari gerak-gerik para tokoh, padahal yang jelas-jelas dalam Pilgubsu mendatang berhak langsung mencalonkan pasangan Balon Gubsu dan Wagubsu berdasarkan jumlah kursi di DPRD Sumut adalah Partai Golkar dan PDIP, sementara Parpol lainnya harus melakukan koalisasi. Dilain sisi, isu-isu tentang tokoh yang akan maju dalam Pilgubsu melalui “isu-isu hitam” terus dikumandangkan dan ditebar oleh mereka-mereka yang kemungkinan menjadi saingan. Aneh memang, begitu ambisinya tokoh-tokoh untuk merebut kekuasaan Sumut 1 dan Sumut 2 diera demokratisasi ini meski mereka sendiri tidak tau “kapal” mana yang akan membawa mereka dalam Pilgubsu mendatang.
Hasil pantauan diberbagai media massa, salah satu tokoh yang diterpa badai “ isu-isu hitam” adalah sosok tokoh muda H.M.Ali Umri,SH,MKn, Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Walikota Binjai dan tokoh satu-satunya yang diusung Partai Golkar untuk tampil maju dalam Pilgubsu mendatang. Berbagai isu hitam menerjang beliau, mulai dari “katanya” tidak mendapat dukungan dari DPD Partai Golkar Kabupaten / Kota , ditangkap polisi karena membuat keributan dalam Rapimnas Golkar di Jakarta beberapa hari lalu, perbuatan asusila terhadap perempuan, hingga beristri banyak bahkan penghianatan yang dilakukan orang-orang maupun kader-kader Partai Golkar yang ada disekelilingnya.
Secara terbuka pula Ali Umri ingin membuktikan apa yang difitnahkan tersebut tidak benar dan ternyata beliau mampu menyikapi isu-isu hitam tersebut yang memang bagian dari sebuah konspirasi dan rekayasa untuk menjatuhkan dirinya dalam Pilgubsu mendatang, Sebagai tokoh muda yang memahami politik, pemerintahan dan manajemen publik serta berlakang belakang bidang hukum, sosok Ali Umri, bahkan menyikapinya dengan sabar, tidak sakit hati bahkan mendoakan agar mereka-mereka yang menabur fitnah diberi kesadaran oleh Allah SWT. Jika dikatakan siapa yang dizalimi atau siapa yang menzalimi ? Wallahualam, kecuali masyarakat yang menilai sendiri.
Namun, sikap berbesar hati dan kematangan politik meski berusia muda telah mampu ditunjukkan sosok Ali Umri. Sebagai kader Partai Golkar yang menyintai partainya karena secara moral, ikut menghantarnya dalam dunia perpolitikan, meski pernah tak diusung partainya sebagai Kepala Pemerintahan Daerah, Ali Umri tetap membesarkan Partainya, sebagai partai besar dan disegani di Sumut. Sikap orang-orang yang “syirik” terhadap tokoh Ali Umri wajar-wajar saja, mengingat Ali Umri memiliki berbagai kelebihan dan kemampuan yang bisa jadi tidak dimiliki tokoh lain.
Bagaimana dengan tokoh-tokoh lainnya ? Layakkah mereka dinyatakan bersih dari berbagai hal yang diisukan kepada sosok muda Ali Umri ? Siapakah mereka dan dari latar belakang manakah mereka ? Lagi-lagi wallahualam, hanya Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahuinya.
Yang jelas , hanya ada dua partai yang berhak mengajukan sendiri calonnya yakni Partai Golkar yang telah menentukan kadernya yakni H.M.Ali Umri,SH,MKn sebagai Cagubsu 2008-2013 dan PDIP yang belum diketahui siapa yang akan diajukan nantinya.
Dinamika politik yang berkembang saat ini, termasuk Calon Independent yang masih dalam proses di DPR RI serta munculnya berbagai tokoh lintas agama , lintas etnis serta lintas golongan harus disikapi sebagai wahana paradigma baru dalam era demokratisasi di Sumatera Utara. Kedewasaan berpolitik baik oleh kader-kader partai maupun masyarakat perlu terus diasah melalui pempelajaran politik yang berbudaya, santun dan modern sehingga menciptakan suasana damai, aman dan kondusif.
Harus diingat oleh para elit politik bahwa Pilgubsu bukanlah perebutan “kekuasaan” dan bukan untuk menjadi “penguasa” tapi masyarakat Sumut butuh “pemimpin” yang mampu memenej Sumut kearah lebih baik, kearah pertumbuhan sosial,ekonomi, dan hukum yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Sumut. Jika ada Ali Umri putra terbaik Sumatera Utara kenapa harus yang lain.(hspoernomo)